Brooklyn Nine-Nine Sitkom polisi penuh humor dan kehangatan
Sejak mengudara pada tahun 2013, Brooklyn Nine-Nine sukses mencuri hati para pencinta sitkom. Berlatar di kantor polisi fiktif di Brooklyn, serial ini menampilkan dinamika kerja kepolisian yang kocak, hangat, sekaligus penuh isu sosial. Tidak hanya berkutat pada humor semata, Brooklyn Nine-Nine juga membahas persahabatan, penerimaan diri, hingga keragaman.
Dalam artikel ini, AnimeSanctuary akan menyelami Brooklyn Nine-Nine secara komprehensif dari latar belakang produksinya, alur cerita dan setting,
Pembahasan sembilan karakter utamanya, sampai tema, elemen khas, serta tanggapan dan kritik.
Konsep dan Pencipta
Diciptakan oleh Dan Goor dan Michael Schur nama di balik “Parks and Recreation”
Brooklyn Nine-Nine mengusung konsep komedi kantor bernuansa mockumentary like, tapi berlatar di markas polisi, bukan perusahaan biasa.
Mereka ingin menghadirkan sitkom feel good yang tetap menyentuh topik serius seperti tanggung jawab polisi dan keragaman ras maupun orientasi seksual.
Perjalanan di Stasiun TV
Serial ini memulai debutnya di Fox (2013), namun mengalami pembatalan usai musim kelima.
Berkat dukungan masif di media sosial, NBC menyelamatkannya dan melanjutkan hingga musim kedelapan (2021).
Keputusan itu terbukti tepat, sebab kecintaan penggemar pada Brooklyn Nine-Nine tak surut, bahkan menguat.
Ciri Khas Ringan Namun Menyentuh
Tak seperti drama polisi lain yang kelam, Brooklyn Nine-Nine menonjolkan humor situasional yang ceria,
Persahabatan hangat, dan konflik personal yang berfokus pada pertumbuhan karakter.
Meskipun demikian, di sejumlah episode, serial ini pun menyinggung isu-isu serius seperti rasisme struktural,
Diskriminasi terhadap LGBTQ+, dan tantangan moral dalam penegakan hukum.
Sinopsis Cerita & Setting
99th Precinct Brooklyn
Seri ini berlokasi di 99th Precinct, kantor polisi fiktif di Brooklyn, New York. Alih-alih menekankan ketegangan kriminal,
Brooklyn Nine-Nine lebih berfokus pada kejadian konyol dan unik di antara para detektif, sersan, dan kapten.
Kasus-kasus yang mereka tangani bervariasi, dari kasus kecil nan lucu hingga misinya menaklukkan penjahat serius.
Keluarga Kedua
Bagi para karakter, 99th Precinct bukan sekadar tempat kerja melainkan keluarga kedua.
Mereka mendukung satu sama lain saat menghadapi masalah pribadi, merayakan momen spesial, hingga mengatasi konflik internal dengan humor khas.
Tradisi dan Arc Khusus
Beberapa tradisi di seri ini menjadi sorotan fans, misalnya “Halloween Heist” setiap musim, di mana para detektif saling bersaing mencuri objek tertentu dengan trik dan tipuan cerdas.
Ada pula arc cerita lebih panjang, seperti ketika salah satu detektif ditangkap akibat salah tuduh, atau saat mereka menghadapi ancaman dari geng kriminal besar.
Pembahasan Karakter Utama
Jake Peralta (Andy Samberg)
Peran: Detektif jago, namun berjiwa kekanakan.
Sifat: Humoris, spontan, doyan membuat lelucon—tetapi sangat berdedikasi pada pekerjaannya.
Perkembangan: Belajar bertanggung jawab, terutama saat menjalin hubungan dengan Amy, hingga akhirnya menyesuaikan diri sebagai suami dan sosok dewasa di kantor.
Amy Santiago (Melissa Fumero)
Peran: Detektif ambisius, rekan dekat dan istri Jake.
Karakteristik: Perfeksionis, kompetitif, menyanjung aturan. Selalu berusaha mengesankan atasan.
Perkembangan: Pelan-pelan belajar lebih santai berkat pengaruh Jake. Juga mengalami perkembangan karier dan impian menjadi kapten.
Rosa Diaz (Stephanie Beatriz)
Peran: Detektif paling tangguh dan tertutup di 99th.
Sifat: Bicara singkat, penampilan garang, jarang mengekspresikan emosi.
Perkembangan: Lambat laun membuka diri pada rekan-rekannya, mengakui orientasi seksualnya, dan memperlihatkan sisi lembut di balik sikap galaknya.
Charles Boyle (Joe Lo Truglio)
Peran: Detektif optimis dan loyal, sahabat Jake nomor satu.
Karakteristik: Sensitif, terkadang aneh, gemar kuliner, dan sangat setia kawan.
Perkembangan: Memperoleh kepercayaan diri lebih setelah mengalami perjalanan cinta dan membangun keluarga angkat, tetap menjadi pendukung utama Jake.
Terry Jeffords (Terry Crews)
Peran: Sersan di 99th, mengelola tim detektif.
Sifat: Bertubuh besar, penyuka yogurt, sangat peduli keluarga (3 anak perempuan).
Perkembangan: Mengatasi trauma setelah insiden di lapangan, semakin matang sebagai pemimpin dan panutan bagi detektif lainnya.
Captain Raymond Holt (Andre Braugher)
Peran: Kapten di 99th Precinct, mengatur strategi dan kebijakan.
Karakteristik: Formal, serius, jarang memperlihatkan emosi. Gay Afrika-Amerika, sehingga kerap menghadapi diskriminasi di kepolisian.
Perkembangan: Kian memahami tim “aneh”-nya, mengekspresikan humornya secara halus, dan berjuang meniti karier di tengah politik lembaga kepolisian.
Gina Linetti (Chelsea Peretti)
Peran: Administrator sipil di 99th, bukan detektif, tapi selalu tampil menonjol.
Sifat: Narcissistic, sarkastik, menganggap dirinya “the human form of the 100 emoji.”
Perkembangan: Meski tampak egois, Gina menunjukkan kepekaan dan kesetiaan terhadap rekan kerja. Ia sempat hijrah ke karier personal sebelum kembali membantu 99th.
Hitchcock (Dirk Blocker) dan Scully (Joel McKinnon Miller)
Peran: Duo detektif senior “pemalas” yang kerap menimbulkan kekacauan kecil.
Ciri: Mereka sering makan, tidur, dan membanggakan “masa kejayaan” tanpa bukti konkret.
Perkembangan: Meski konyol, beberapa episode menyoroti masa lalu mereka yang ternyata tak seburuk dugaan. Mereka tetap berkontribusi dalam misi penting di saat genting.
(NB: Meski Hitchcock dan Scully adalah dua orang, biasanya mereka dianggap “satu paket”.)
Elemen Khas
Cold Opens yang Ikonis
Setiap episode dibuka dengan “cold open” adegan singkat yang langsung menampilkan humor situasional.
Beberapa momen fenomenal seperti “Backstreet Boys line-up” atau “Yoghurt scene” menjadi viral dan membentuk identitas serial.
Halloween Heist
Tradisi Halloween Heist hadir di hampir setiap musim, menampilkan kompetisi tiada henti antara Jake, Holt, Amy, dan lainnya.
Mereka berlomba mencuri objek tertentu dengan trik cerdik, menjadikannya episode paling dinanti para penggemar.
Diversity & Representasi
Karakter Brooklyn Nine-Nine mewakili berbagai latar belakang ras, gender, dan orientasi seksual.
Hal ini disajikan alami dan kerap dilibatkan dalam plot mulai dari Rosa yang mengungkapkan orientasinya,
Hingga Holt sebagai kapten gay Afrika-Amerika yang berkarier di institusi penuh stigma.
Humor vs Isu Serius
Serial ini sanggup menyeimbangkan humor dengan topik serius: rasisme, korupsi, hingga kebijakan kepolisian yang kontroversial.
Beberapa episode seperti “Moo Moo” dan “Game Night” menonjolkan potret nyata rasisme dan keterbatasan sistem hukum, tapi tetap dibungkus dengan gaya khas Brooklyn Nine-Nine.
Tema & Makna
Keluarga di Tempat Kerja
Para detektif 99th Precinct menunjukkan bahwa rekan kerja bisa menjadi keluarga kedua.
Rasa saling mendukung, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi, menegaskan bahwa komunitas adalah kunci menghadapi stres pekerjaan.
Penerimaan Diri dan Pertumbuhan Karakter
Hampir semua tokoh mengalami pertumbuhan personal yang jelas. Jake belajar tanggung jawab,
Rosa keluar dari cangkang emosinya, Holt menyeimbangkan formalitas dengan kemanusiaan, dan Amy menyadari hidup tak harus sempurna.
Pesan utamanya: tiap pribadi bisa berkembang lewat interaksi sehari-hari dengan orang sekitar.
Keberagaman sebagai Kekuatan
Isu keragaman ras, orientasi seksual, dan kepribadian tak jadi penghalang bahkan memperkaya dinamika kerja.
Serial ini merayakan perbedaan sebagai kekuatan tim, mewakili masyarakat plural yang saling menghormati.
Tanggung Jawab Penegak Hukum
Walau kental komedi, Brooklyn Nine-Nine kadang menyinggung persoalan besar seperti brutalitas polisi, rasisme, dan birokrasi.
Adegan serius memicu pertanyaan: bagaimana polisi semestinya bersikap adil dan manusiawi? Ini menambah kedalaman moral di balik canda tawa.
Tanggapan & Kritik
Pujian
Keseimbangan Komedi dan Drama: Fans dan kritikus memuji penulisan naskah yang cerdas, dapat menggabungkan humor ringan dengan topik sensitif secara mulus.
Chemistry Antarkarakter: Interaksi kocak antara Jake-Holt, Rosa-Charles, atau Amy-Terry menjadi magnet tersendiri.
Perkembangan Cerita Konsisten: Banyak yang menilai setiap musim punya “episode spesial” (misal Halloween Heist) yang makin seru.
Kritik
Penggambaran Polisi yang Terlalu Ringan: Ada yang menilai serial ini “memutihkan” realita kepolisian, tidak memperlihatkan kekerasan sistemik.
Musim Terakhir Terasa Terburu-buru: Mengingat isu COVID-19 dan unjuk rasa #BlackLivesMatter, beberapa penonton merasakan sedikit ketergesaan di naskah akhir.
Pasang Surut Kualitas: Ada episode tertentu yang dianggap pengulangan formula lawak, kurang menambah hal baru.
Kesimpulan
Brooklyn Nine-Nine bukan sekadar sitkom polisi ia adalah komunitas yang mencerminkan warna-warni kehidupan, tempat humor berpadu isu sosial.
Jake Peralta dan kawan-kawan di 99th Precinct menyajikan keluarga kantor yang hangat, di mana perbedaan karakter menjadi alasan untuk saling melengkapi, bukan memisahkan.
Lewat dialog lucu, aksi Halloween Heist, hingga momen serius soal keadilan, serial ini menegaskan bahwa “melayani dan melindungi” bisa dibarengi kebahagiaan dan solidaritas.
Bagi Anda yang butuh sitkom ringan namun menyelipkan topik bermakna tentang identitas, tanggung jawab,
Dan persahabatan, AnimeSanctuary merekomendasikan Brooklyn Nine-Nine layak jadi pilihan.
Kekuatan karakternya, tradisi konyolnya, hingga sikap optimistis terhadap perubahan institusi semua memberi pesan bahwa dunia kerja bisa dipenuhi humor, cinta, dan penerimaan.
Meski telah usai di musim delapan, warisannya tetap hidup di hati para penggemar. NINE-NINE!