Metal Gear Rising Revengeance Spin Off Metal Gear Full Aksi
Dalam semesta Metal Gear, nama Hideo Kojima selalu identik dengan pengalaman stealth yang mendalam dan narasi kompleks. Namun, Metal Gear Rising Revengeance hadir sebagai spin-off yang berbeda total lebih menekankan aksi hack-and-slash cepat ketimbang penyusupan. Dikembangkan oleh PlatinumGames dan bekerja sama dengan Kojima Productions, judul ini meramu intensitas pertempuran ala seri Bayonetta dengan dunia kaya akan tema politik khas Metal Gear.
Dalam artikel ini, AnimeSanctuary akan membahas Metal Gear Rising Revengeance secara menyeluruh mulai dari latar belakang produksi, alur cerita, karakter, gameplay khas, tema dan makna, hingga tanggapan penggemar. Bagi Anda yang ingin memahami lebih jauh kenapa game ini begitu meledak di komunitas aksi, kami akan mengupas tuntas segala aspek yang membuat Metal Gear Rising unik dan berpengaruh.
Kolaborasi Kojima Productions x PlatinumGames
Awalnya, Metal Gear Rising dikembangkan secara internal oleh Kojima Productions dengan nama Metal Gear Solid Rising.
Namun, tim mengalami kesulitan mewujudkan gameplay berbasis pedang yang mereka bayangkan.
Di sinilah PlatinumGames masuk studio yang terkenal lewat game aksi seperti Bayonetta dan Vanquish.
Kerja sama ini mengubah konsep game menjadi aksi cepat dengan nama final Metal Gear Rising Revengeance.
Peralihan Fokus Stealth ke Action
Seri Metal Gear dikenal dengan elemen stealth dan narasi politik yang berat. “Revengeance” justru memilih jalur action hack-and-slash.
Meskipun tetap menjaga benang merah dunia Metal Gear (tema pasca-perang, teknologi cyborg, dsb.),
Game ini menonjolkan fast-paced combat dengan sistem “Zandatsu” (kemampuan memotong musuh atau objek secara presisi).
Rilis dan Respons Awal
Diluncurkan pada Februari 2013 untuk PlayStation 3 dan Xbox 360, kemudian hadir di PC pada 2014,
Metal Gear Rising Revengeance segera memicu berbagai reaksi. Bagi penggemar stealth, transisi ke action menimbulkan kebingungan.
Namun, banyak pula yang memuji mekanik bertarungnya yang intens dan merayakan kebebasan baru dalam waralaba Metal Gear.
Cerita & Setting
Latar Pasca MGS4
Metal Gear Rising Revengeance berlatar setelah peristiwa Metal Gear Solid 4.
Dunia berada dalam era “perusahaan militer swasta” (PMC) yang mengandalkan teknologi canggih, termasuk cyborg.
Raiden yang sebelumnya tampil sebagai karakter sekunder di MGS2 dan 4 kini menjadi tokoh utama, bekerja untuk PMC Maverick Security dengan keahlian pedang sibernetiknya.
Ancaman World Marshal & Desperado
Cerita bermula ketika Raiden gagal melindungi klien VIP dari serangan Desperado Enforcement.
Merasa bersalah, Raiden bergabung dalam misi menghadapi World Marshal Inc., organisasi PMC raksasa yang mengatur penjualan teknologi cyborg ilegal.
Konflik ini menuntun Raiden bertarung melawan bos-bos tangguh, sembari menggali motif sebenarnya di balik eksploitasi anak-anak yatim piatu sebagai “bank otak” untuk prajurit cyborg.
Isu Politik & Kemanusiaan
Meskipun fokus pada aksi, Metal Gear Rising menyentuh tema politik Perusahaan militer memupuk konflik demi keuntungan, menciptakan “perang abadi.”
Ada juga isu etika terkait transformasi manusia menjadi cyborg. Sekalipun tidak sedalam MGS utama, game ini tetap menyajikan kritik sosial tentang industri perang yang tak henti-henti.
Pembahasan Karakter Utama
Raiden
Peran: Protagonis utama. Mantan prajurit anak, lalu menjadi cyborg ninja.
Sifat: Berjuang mengendalikan “Jack the Ripper” (sisi brutalnya). Meski tampak dingin, Raiden punya tekad kuat melindungi kaum lemah.
Perkembangan: Sepanjang game, Raiden berdamai dengan masa lalunya dan merangkul identitas barunya sebagai “mesin pembunuh” yang tetap memegang moral.
Kevin Washington & Doktor (Maverick Support)
Peran: Staf pendukung Raiden dari Maverick Security. Menyediakan logistik dan riset.
Pengaruh: Meski tak ikut bertarung, komentar radio mereka memberi info misi dan dinamika, kadang menyuntik humor ringan.
Boris Popov
Peran: Pemimpin Maverick Security, menugaskan Raiden ke berbagai operasi.
Sifat: Profesional, tegas, namun cukup peduli pada moral tim.
Fungsi: Memberi Raiden misi, latar belakang intel, dan masukan moral tentang situasi politik.
Sunny Emmerich (Cameo)
Peran: Putri adopsi Otacon, jenius komputer, kini sudah remaja.
Fungsi: Meski sedikit peran, kehadirannya mengaitkan timeline MGSV ke MGS4. Ia mengembangkan teknologi yang membantu Maverick.
Samuel Rodrigues (Jetstream Sam)
Peran: Samurai sibernetik musuh Raiden. Karakter rival yang karismatik.
Motivasi: Tidak selalu sejalur dengan Desperado; punya agenda personal.
Pertarungan: Duel melawan Sam menjadi momen krusial yang menguji filosofi Raiden tentang keadilan dan pembunuhan.
Sundowner, Mistral, Monsoon (Bos Desperado)
Peran: Trio cyborg kuat dengan senjata unik (gunting raksasa, transformasi multi-lengan, dsb.).
Karakteristik: Mewakili sisi brutal industri perang, punya latar cerita singkat.
Konflik: Kematian mereka menyadarkan Raiden akan betapa mengerikannya manipulasi korporasi.
Steven Armstrong (Final Boss)
Peran: Senator Amerika, dalang di balik World Marshal.
Sifat: Nasionalistis ekstrem, meyakini “kebebasan” yang anarkis.
Pertarungan: Menghadirkan pertarungan pamungkas berkesan, menantang keyakinan Raiden tentang “kebebasan” dan “kekerasan.”
Elemen Khas & Gameplay
Sistem Pertarungan Hack and Slash
Revengeance menitikberatkan action cepat dengan mekanik parry (menangkis) sebagai kunci.
Tidak ada tombol “blok” tradisional pemain harus menekan arah serangan lawan dan tombol serang untuk menangkis tepat waktu. Hal ini menciptakan sensasi duel intens.
Mode Blade Mode / Zandatsu
Inovasi utama adalah Blade Mode: Raiden dapat memperlambat waktu dan mengiris musuh atau objek secara bebas.
“Zandatsu” memungkinkan mencabut inti energi musuh, memulihkan kesehatan dan bar listrik Raiden seketika.
Momen ini menambah kegembiraan saat memotong musuh jadi beberapa bagian.
Ranking dan Pembelian Upgrade
Setiap misi dievaluasi dengan ranking (S, A, B, dsb.) berdasarkan waktu, damage, dan gaya.
Pemain bisa mengumpulkan BP (Battle Points) untuk membeli upgrade pedang, gerakan baru, atau kostum.
Ini memberi insentif memainkan ulang level demi skor terbaik.
Soundtrack Rock/Metal
Seri Metal Gear biasanya dikenal musik orkestra epik. Di “Revengeance,” nuansa rock/metal dengan vokal intens dominan.
Lagu-lagu bos (misalnya “Rules of Nature,” “The Only Thing I Know For Real”) menjadi ikon, memompa adrenalin ketika bertarung.
Tema & Makna
Industri Perang dan Manipulasi Politik
Sejak seri Metal Gear pertama, kritik terhadap “war economy” menjadi benang merah.
“Revengeance” menampilkan versi lebih gamblang korporasi militer menghendaki perang tanpa akhir,
Memanipulasi opini publik dan menumbalkan anak-anak yatim piatu. Ini mempertajam pesan anti-perang Kojima.
Krisis Identitas dan Kemanusiaan
Raiden adalah “human turned cyborg” yang dihantui masa lalu sebagai “Jack the Ripper.”
Game ini mengajukan pertanyaan seberapa jauh seseorang bisa menjadi “senjata hidup” tanpa kehilangan moralitasnya?
Raiden akhirnya menerima sisi brutalnya untuk melindungi mereka yang tidak bersalah.
Kebebasan dan Kekuasaan
Melalui Steven Armstrong, game mengkritik politisi korup yang memanfaatkan slogan “kebebasan” demi ambisi pribadi.
Adegan final menyoroti benturan idealisme Raiden (membela orang lemah) versus Armstrong (menghormati kekuatan individu).
Di balik aksi brutal, “Revengeance” menekankan pentingnya tanggung jawab.
Tanggapan & Kritik
Pujian
Sistem Pertarungan Berenergi Tinggi: Diakui sebagai salah satu hack-and-slash terbaik, setara Bayonetta.
Musik Rock/Metal Epik: Soundtrack bos menjadi ciri khas, memicu semangat pemain.
Visual & Performansi: Grafis kuat di masanya, plus aksi lancar 60 fps (terutama versi PC).
Kritik
Cerita Singkat: Alur utamanya dapat dituntaskan dalam 5-7 jam, dianggap terlalu pendek.
Elemen Stealth Minimal: Fans setia Metal Gear mungkin kecewa karena minim elemen sneaking.
Narasi Kurang Kompleks: Tak sedalam seri MGS utama, beberapa bos hanya sebatas “Cool Cyborg,” tak banyak latar mendalam.
Kesimpulan
Metal Gear Rising Revengeance merevolusi waralaba Metal Gear melalui fokus aksi yang spektakuler, meninggalkan koridor stealth tradisional.
Dikembangkan oleh PlatinumGames, ia menyuguhkan sistem pertarungan cepat, blade mode inovatif, serta soundtrack rock yang menggugah semangat.
Walau relatif singkat dan kurang mendalam dalam narasi jika dibandingkan seri MGS game ini tetap menghadirkan tema anti-perang dan kritik industri militer khas Kojima.
Bagi gamer yang mencari sensasi adrenalin hack-and-slash dengan latar dunia Metal Gear, “Revengeance” menawarkan pengalaman segar.
Dari pertarungan epik melawan bos berkarakter kuat hingga dilema moral Raiden, game ini menjembatani dunia stealth ke ranah action tanpa menghilangkan identitas Metal Gear sama sekali.
Apabila Anda siap untuk menebas musuh dalam kecepatan tinggi sambil merenungi sekilas soal etika perang, Metal Gear Rising Revengeance patut dicoba.
Meski bukan “Metal Gear Solid,” game ini menjadi bukti bahwa waralaba Metal Gear mampu berubah wujud tanpa melupakan roh dan pesan anti-perangnya.